Tuesday, 29 May 2012
lagu puisi dalam metafora
http://www.facebook.com/photo.php?v=10150929204757376http://www.facebook.com/photo.php?v=10150929204757376
Labels:
for myself...
Thursday, 24 May 2012
menjelang gugurnya bunga jambu
MENJELANG GUGURNYA BUNGA JAMBU
mengimbau anak-anak
yang bermain kayu
menjadi samurai
mencantas angin geram
.barangkali
dapat melerai kekusutan
hingga terlerai
dan ketika
bermain sabun
menjadi gelembung
muat sarat nafas hiba
pernah kutiupkan ke langit jingga
biar tersangkut di atas awan
biar terlerai menjadi hujan
dalam kendong baju
sarat bunga jambu
kutiup menjadi ungu
seluruh anganku bersatu
menjadi kamu
yang tidak pernah hilang dari ingatanku
o...., pipah
tahukah kamu
aku kini melihat si kecil
bertocang dua
berkaki ayam
berlari di tengah permatang
menadah hujan
di usia 40 tahun yang silam
ketika kita anak-anak
yang belum matang
yang masih belum faham
(bila kutatap silam
bunga jambu menimpa sukmaku
kutiup menjadi biru
biar dapat kutatap hikmahMU..)
24/05/2012
mengimbau anak-anak
yang bermain kayu
menjadi samurai
mencantas angin geram
.barangkali
dapat melerai kekusutan
hingga terlerai
dan ketika
bermain sabun
menjadi gelembung
muat sarat nafas hiba
pernah kutiupkan ke langit jingga
biar tersangkut di atas awan
biar terlerai menjadi hujan
dalam kendong baju
sarat bunga jambu
kutiup menjadi ungu
seluruh anganku bersatu
menjadi kamu
yang tidak pernah hilang dari ingatanku
o...., pipah
tahukah kamu
aku kini melihat si kecil
bertocang dua
berkaki ayam
berlari di tengah permatang
menadah hujan
di usia 40 tahun yang silam
ketika kita anak-anak
yang belum matang
yang masih belum faham
(bila kutatap silam
bunga jambu menimpa sukmaku
kutiup menjadi biru
biar dapat kutatap hikmahMU..)
24/05/2012
Labels:
Puisi
menatap puisimu
ia mengarus
mengikut air mengalir
ada yang menerjah batu
ada yang mengalir lesu
ada yang membukakan pintu
ada yang memaut akar kalbu
di muara
puisimu bercampur baur
menjadi daun-daun teratai
.serupa telapak tangan
berisi doa
ikan-ikan pun berebutan
camar-camar memagut
angin bersentuhan
menyelak setiap lembaran
semua turut membaca
semua jadi terlena
puisimu telah menjadi bahtera
menghanyutkan aku ke tengah samudera...
24/05/2012
berisi doa
ikan-ikan pun berebutan
camar-camar memagut
angin bersentuhan
menyelak setiap lembaran
semua turut membaca
semua jadi terlena
puisimu telah menjadi bahtera
menghanyutkan aku ke tengah samudera...
24/05/2012
Labels:
Puisi
di susila hati
memadam mimpi
untuk meletakkan puisi
di susila hati
adalah cara tersendiri
.setelah mengikis segala yang pernah kaulukis
tentang ilmu dan maknawi
dan aku menghantar kaupergi
untuk tidak kembali
dan tidak lagi mengajari
laut pun tak mungkin berhiba, percayalah
setelah lokan yang kaubenam membenih mutiara
aku memilih yang paling berharga
untuk kujadikan bahtera
untuk kulayarkan ke tengah samudera
mudah-mudahan
aku selamat di tengah gelombang
kerana nuhmu ada di bahteraku
dan bahteraku mengimbangi seluruhku
dalam hati ada susilamu
dalam susilamu berdoa aku...
23 mei 2012
untuk meletakkan puisi
di susila hati
adalah cara tersendiri
.setelah mengikis segala yang pernah kaulukis
tentang ilmu dan maknawi
dan aku menghantar kaupergi
untuk tidak kembali
dan tidak lagi mengajari
laut pun tak mungkin berhiba, percayalah
setelah lokan yang kaubenam membenih mutiara
aku memilih yang paling berharga
untuk kujadikan bahtera
untuk kulayarkan ke tengah samudera
mudah-mudahan
aku selamat di tengah gelombang
kerana nuhmu ada di bahteraku
dan bahteraku mengimbangi seluruhku
dalam hati ada susilamu
dalam susilamu berdoa aku...
23 mei 2012
Labels:
Puisi
Monday, 21 May 2012
dalam metafora
bulan rindu sembunyi
di teluk sejarah
mimpi pilu tersuruk
di bayang wajah
.adakah pesan
di celah karang
yang takku tau?
adakah waham
dalam belahan
pantai semalam
tergantung ragu?
bulan pilu
dalam rekuim kasih
asyik yang biru
dalam baitku masih
jenjang lehermu
membekam
dendam
numera lirih
dalam arif melayuku
dan bibir ranummu
membasah
dalam tasbih.
KEMALA
Kualalumpur
25.5.12
di teluk sejarah
mimpi pilu tersuruk
di bayang wajah
.adakah pesan
di celah karang
yang takku tau?
adakah waham
dalam belahan
pantai semalam
tergantung ragu?
bulan pilu
dalam rekuim kasih
asyik yang biru
dalam baitku masih
jenjang lehermu
membekam
dendam
numera lirih
dalam arif melayuku
dan bibir ranummu
membasah
dalam tasbih.
KEMALA
Kualalumpur
25.5.12
Labels:
petikan
Friday, 18 May 2012
di ruang kosong
menatap
dinding ke dinding
gema yang melanggar diri
kembali sunyi seperti tadi
hanya putaran kipas
tak henti menolak panas
angin dari bukit
melintas nyali
azan manakah yang masuk tadi
sedang surau tak kutemui
tiang masjid belum menjadi
dadaku sebak
ke manakah azan di bawa pergi...
ke manakah azan di bawa pergi...
18/05/2012
Labels:
Puisi
Thursday, 17 May 2012
Rintih Lili putih ini
Rintih Lili putih ini
Ya angin malam
kau bawa resah seorang isteri
bila puisinya bernyanyi
tidak bersambut bisikan suami.
...
Dia hanya pecahan bulan
bila org tersayang
bermain awan
di langit buana terbentang.
Terdengar usik cinta
dlm bait puisi lelaki
tapi bukan utkmu
kau lili putih
benar juraimu kerap layu
tanpa mereka sedari
kau utuh wangi.
Di nubari rindu
juraimu tumbuh baru
setiap hujan mencandaimu.
jangan sakiti kelopak hati
matahari tetap tersenyum
biarkan mereka dijaring alpa
kau harus segar
dgn jurai uji
kesakitan batin
nikmati berzaman
bumi dizalimi
kerana perempuan
tak sekali
memungkiri kasih
anak dan suami.
Siti Zainon Ismail
13 Mei 2012
Ya angin malam
kau bawa resah seorang isteri
bila puisinya bernyanyi
tidak bersambut bisikan suami.
...
Dia hanya pecahan bulan
bila org tersayang
bermain awan
di langit buana terbentang.
Terdengar usik cinta
dlm bait puisi lelaki
tapi bukan utkmu
kau lili putih
benar juraimu kerap layu
tanpa mereka sedari
kau utuh wangi.
Di nubari rindu
juraimu tumbuh baru
setiap hujan mencandaimu.
jangan sakiti kelopak hati
matahari tetap tersenyum
biarkan mereka dijaring alpa
kau harus segar
dgn jurai uji
kesakitan batin
nikmati berzaman
bumi dizalimi
kerana perempuan
tak sekali
memungkiri kasih
anak dan suami.
Siti Zainon Ismail
13 Mei 2012
Labels:
petikan
Subscribe to:
Posts (Atom)

