Wednesday, 16 August 2017

PENCARIAN

kucari dia di pinggir kali
kutemui alir yang berhenti
kucari dia di dalam puisi
kutemui sirah-sirah sepi
kucari dia di alam mimpi
kutemui pintu tertutup sendiri
kucari dia di dalam diri
kutemui harga tanpa pembeli
kucari dia di dalam dia
kutemui cebisan surat-surat cinta
(ya ayuhai...
kukutip dan kubaca
dari cebisan surat-surat cinta
dari renyuk riuk rasa
kau dan aku
tenteramlah di qalbu...)
Saujana Permai
(kredit foto: Jain Mahmud II)

Tuesday, 8 August 2017

Puisi dan terjemahan




DARI PERTANYAAN 

Rosmiaty Shaari



' Isteri siapa yang mengeluh?' 

dari tanyamu, fulan;
tiba-tiba berubah menjadi perahu ingatan
yang meluncur di rak-rak qalbu
terhenti di jurus nadi
mengembalikan
sirah yang sekian lama terkunci
terbuka sendiri
benar ucapmu, fulan
perahu perempuanku
telah kulayarkan lama dulu
dari kertas yang tersimpan ilmu
kaukembalikan ke pangkal ingatanku

adapun ketika kubaca sirah isteri 
di mata Ibrahim
kunci di tangan ismail;
pembuka pintu istiqamah di perempuanku 

oo… sebaris ilmu 
kadang kala hilang dari rak-rak qalbuku
mengurungkan dirinya sekian lama di dalam buku

(lalu senafas keluh kulontar jauh ke lautan
biar tumbuh umpama karang
biar teguh menjadi orang! )

14102014


FROM THE QUESTION 

Rosmiaty Shaari



Whose wife is that complaining?’

from your question, so and so;

suddenly changing into a vessel of memories
slithering through the shelves of heart
halting at the pulse point
a recall
to the seera that was long left dormant
revealing itself, 
you’re right, so and so
my woman vessel
from the papers encrypted with wisdom
I had set sail long ago
you brought back, rekindling the stem of my memory

nevertheless, as I read the wife’s seera
through Ibrahim’s eyes
the key in Ishmael’s hands; opening the door 
into the consistency of my whole woman being

oo... a line of wisdom
sometimes missing from the shelves of my heart
lengthily ensnares itself inside a book

(thus, I breathe away a sigh into the ocean
may it grow into coral
may it tough into human!)

14102014
Translated by Mawar Marzuki

KE RUANG TAJALLI

dinding adalah wajah-wajah berganding
dengan mata pending bergaris runcing
menyeringai katanya; senyum sumringah
berdenting kilauan matanya
tujuh pecahan warna
kutundukkan wajah ke nurani
kudiamkan suara ke lingkaran sunyi
kerana pesan nabi
titipkan ini senjata ke dalam diri
sisipkan ke doa paling dini
kekuatannya kan melebihi tajam belati
oo..., seranum mawar
segeluk puisi
kuberi lambang cinta abadi
kucatatkan di langitmu, ya Ilahi....

Thursday, 3 August 2017

KETIKA HILANG BENTUK

(ketika aku membaca seorang mursyid
ada pekik yang melangit!
dan aku…
tiba-tiba jatuh
jauh ke lingkaran darwish
berpusing dan berpusing
hening dan menghening...)

Rabb...
kata-kata mulai merubah bentuknya
menjadi pedang memangkas leherku
menyiat setiap sisi kulit tubuhku
pedih…
aku terkulai dalam renyukku
tidak lagi mengenal bentuk asal
dikelirukan oleh sekeliling yang semu
dikelabukan oleh ragam yang cemburu

Rabb…
bentuklah daku
ke asal bentukku
putih syahdu
warna bayi menyusu
di dada ibu…



25052015
Melaka