Thursday, 24 May 2012

menjelang gugurnya bunga jambu

MENJELANG GUGURNYA BUNGA JAMBU

mengimbau anak-anak
yang bermain kayu
menjadi samurai
mencantas angin geram
.barangkali
dapat melerai kekusutan
hingga terlerai

dan ketika
bermain sabun
menjadi gelembung
muat sarat nafas hiba
pernah kutiupkan ke langit jingga
biar tersangkut di atas awan
biar terlerai menjadi hujan

dalam kendong baju
sarat bunga jambu
kutiup menjadi ungu
seluruh anganku bersatu
menjadi kamu
yang tidak pernah hilang dari ingatanku

o...., pipah
tahukah kamu
aku kini melihat si kecil
bertocang dua
berkaki ayam
berlari di tengah permatang
menadah hujan
di usia 40 tahun yang silam
ketika kita anak-anak
yang belum matang
yang masih belum faham

(bila kutatap silam
bunga jambu menimpa sukmaku
kutiup menjadi biru
biar dapat kutatap hikmahMU..)


24/05/2012

menatap puisimu

ia mengarus
mengikut air mengalir
ada yang menerjah batu
ada yang mengalir lesu
ada yang membukakan pintu
ada yang memaut akar kalbu
di muara
puisimu bercampur baur
menjadi daun-daun teratai
.serupa telapak tangan
berisi doa
ikan-ikan pun berebutan
camar-camar memagut
angin bersentuhan
menyelak setiap lembaran
semua turut membaca
semua jadi terlena
puisimu telah menjadi bahtera
menghanyutkan aku ke tengah samudera...

24/05/2012

di susila hati

memadam mimpi
untuk meletakkan puisi
di susila hati
adalah cara tersendiri
.setelah mengikis segala yang pernah kaulukis
tentang ilmu dan maknawi
dan aku menghantar kaupergi
untuk tidak kembali
dan tidak lagi mengajari

laut pun tak mungkin berhiba, percayalah
setelah lokan yang kaubenam membenih mutiara
aku memilih yang paling berharga
untuk kujadikan bahtera
untuk kulayarkan ke tengah samudera

mudah-mudahan
aku selamat di tengah gelombang
kerana nuhmu ada di bahteraku
dan bahteraku mengimbangi seluruhku

dalam hati ada susilamu
dalam susilamu berdoa aku...

23 mei 2012

Monday, 21 May 2012

dalam metafora

bulan rindu sembunyi
di teluk sejarah
mimpi pilu tersuruk
di bayang wajah
.adakah pesan
di celah karang
yang takku tau?
adakah waham
dalam belahan
pantai semalam
tergantung ragu?
bulan pilu
dalam rekuim kasih
asyik yang biru
dalam baitku masih
jenjang lehermu
membekam
dendam
numera lirih
dalam arif melayuku
dan bibir ranummu
membasah
dalam tasbih.


KEMALA

Kualalumpur
25.5.12

Friday, 18 May 2012

di ruang kosong

menatap
dinding ke dinding
 gema yang melanggar diri
kembali sunyi seperti tadi
hanya putaran kipas
tak henti menolak panas
angin dari bukit
melintas nyali
azan manakah yang masuk tadi
sedang surau tak kutemui
tiang masjid belum menjadi
dadaku sebak
ke manakah azan di bawa pergi...



18/05/2012

Thursday, 17 May 2012

Rintih Lili putih ini


Rintih Lili putih ini

Ya angin malam
kau bawa resah seorang isteri
bila puisinya bernyanyi
tidak bersambut bisikan suami.
...
Dia hanya pecahan bulan
bila org tersayang
bermain awan
di langit buana terbentang.

Terdengar usik cinta
dlm bait puisi lelaki
tapi bukan utkmu
kau lili putih
benar juraimu kerap layu
tanpa mereka sedari
kau utuh wangi.

Di nubari rindu
juraimu tumbuh baru
setiap hujan mencandaimu.
jangan sakiti kelopak hati
matahari tetap tersenyum
biarkan mereka dijaring alpa
kau harus segar
dgn jurai uji
kesakitan batin
nikmati berzaman
bumi dizalimi
kerana perempuan
tak sekali
memungkiri kasih
anak dan suami.






Siti Zainon Ismail
13 Mei 2012