tidak ada yang berani bertanya tentang umur
setelah ruh berbisik, nyawa hanya senipis kulit bawang
bila ditiup angin
ia terbang
ia melayang...
Saturday, 7 April 2012
catatan ()
seperti embun
ia datang dan ia pergi
untuk kesekian kalinya
aku tak akan membilang lagi
butir-butir yang jatuh ke bumi
atau yang kering ke langit nurani
kerana ia tidak lagi membawa apa-apa erti
ia datang dan ia pergi
untuk kesekian kalinya
aku tak akan membilang lagi
butir-butir yang jatuh ke bumi
atau yang kering ke langit nurani
kerana ia tidak lagi membawa apa-apa erti
catatan ()
bukanlah teja menolak cinta
oleh sireh dimanterakan pelupa
kalau runduk ilalang bayanglah yang tumbang
kalau runduk malam mentarilah yang tenggelam
aku di luar menatap alam
Kau di dalam membaca hati
sebesar zarah Kau tetap peduli...
oleh sireh dimanterakan pelupa
kalau runduk ilalang bayanglah yang tumbang
kalau runduk malam mentarilah yang tenggelam
aku di luar menatap alam
Kau di dalam membaca hati
sebesar zarah Kau tetap peduli...
Thursday, 5 April 2012
akulah lelaki itu
- Djazlam Zainal
akulah lelaki itu
di antara perempuan-perempuan tangguh
di galeri seni dan ilmu
siti zainon ismail
sore itu

siti zainon ismail
sasterawan paling gencar
dilahirkan di malaysia
puluhan buku akademi dan sastra
dihasilkan saban waktu
gurisan sketsa dan lukisan
mengalir halus
di graha seni bangi
satu-satunya di sini
beliau yang kunobat sejak lama
sebagai sastrawan negara wanita
daripada kalian sastrawan yang ada

free hearty
akademia yang kukagumi
dari sisi yang tak pernah disuluhi
berbicara dengan ilmu yang penuh
dan derap yang tangguh
aku luluh
dalam bahasanya yang sederhana
namun cukup bertenaga
dan usianya yang kian matang
sukar ditantang
bertemu siti di sini
mengungguni api seni
di graha siti

rosmiaty shaari
penyair asuhan waktu
turut ditimang gelombang ilmu
besar bersama awan
di graha siti turut bersinar
berbicara tentang kehalusan
dan arti kemanusiaan
dalam lipatan iman
seorang perempuan
sore senin itu
aku melewati waktu
menjadi saksi berarti

aku
hanya seekor kelkatu
di tiang-tiang lampu
mengkagumi sinarmu
dan apabila aku hampiri
aku mati
12 jamadilawal 1433/ 4 april 2012
akulah lelaki itu
di antara perempuan-perempuan tangguh
di galeri seni dan ilmu
siti zainon ismail
sore itu
siti zainon ismail
sasterawan paling gencar
dilahirkan di malaysia
puluhan buku akademi dan sastra
dihasilkan saban waktu
gurisan sketsa dan lukisan
mengalir halus
di graha seni bangi
satu-satunya di sini
beliau yang kunobat sejak lama
sebagai sastrawan negara wanita
daripada kalian sastrawan yang ada
free hearty
akademia yang kukagumi
dari sisi yang tak pernah disuluhi
berbicara dengan ilmu yang penuh
dan derap yang tangguh
aku luluh
dalam bahasanya yang sederhana
namun cukup bertenaga
dan usianya yang kian matang
sukar ditantang
bertemu siti di sini
mengungguni api seni
di graha siti
rosmiaty shaari
penyair asuhan waktu
turut ditimang gelombang ilmu
besar bersama awan
di graha siti turut bersinar
berbicara tentang kehalusan
dan arti kemanusiaan
dalam lipatan iman
seorang perempuan
sore senin itu
aku melewati waktu
menjadi saksi berarti
aku
hanya seekor kelkatu
di tiang-tiang lampu
mengkagumi sinarmu
dan apabila aku hampiri
aku mati
12 jamadilawal 1433/ 4 april 2012
Wednesday, 4 April 2012
ros si mawar kerudung putih
Ros si Mawar Kerudung putih
- Siti Zainon Ismail
Gerimis sepanjang Airangek
menjalur ke pipi malam
kami menunggu kabut
kabut berurutan meredah wajah
.mata ibunda berkaca
dalam denting tarian piring
putih gebu awan menghiris nyilu
dan titis air rahmah dari Langit
terus mengejar kami
tapi bunga labu sudah berkembang
cili padi sudah minta dipetik
para ibu menyinsing lengan
menyiapkan hidangan
walau kami tidak pernah tahu
hati iba seorang ibu
puteranya ke seberang belum juga pulang.
Merapi dan Singgalang
kadang hilang dalam awan
sebentar tiba api nyalang
adalah kita
menyambung kehidupan!
(teringat sahabatku Ib dan Maz yg jauh di perantauan)
2011-2012
Gerimis sepanjang Airangek
menjalur ke pipi malam
kami menunggu kabut
kabut berurutan meredah wajah
.mata ibunda berkaca
dalam denting tarian piring
putih gebu awan menghiris nyilu
dan titis air rahmah dari Langit
terus mengejar kami
tapi bunga labu sudah berkembang
cili padi sudah minta dipetik
para ibu menyinsing lengan
menyiapkan hidangan
walau kami tidak pernah tahu
hati iba seorang ibu
puteranya ke seberang belum juga pulang.
Merapi dan Singgalang
kadang hilang dalam awan
sebentar tiba api nyalang
adalah kita
menyambung kehidupan!
(teringat sahabatku Ib dan Maz yg jauh di perantauan)
2011-2012
Thursday, 22 March 2012
catatan
bila kita ingin meluahkan banyak rasa, sedang rasa terluahkan hanya dengan sepatah kata, maka DIAMlah yang lebih sempurna.
bila DIAM ingin berkata-kata, maka catatlah menjadi PUISI yang berjiwa yang dapat menyampaikan beribu makna... - Ros.
13032012
bila DIAM ingin berkata-kata, maka catatlah menjadi PUISI yang berjiwa yang dapat menyampaikan beribu makna... - Ros.
13032012
catatan ()
nyalakan pelitamu
biar benderang rumahmu
kau gelarkan sajadah
untuk makmummu
setelah kau imam
tetap mengimami
di mihrab
rumahmu tanpa jemu..
(Dia yang tersenyum...)
Selamat Hari Ulang tahun perkahwinan anakku, Muhamad Hafiz Zainal
kasihmu ke hujung nadiku...
12032012
biar benderang rumahmu
kau gelarkan sajadah
untuk makmummu
setelah kau imam
tetap mengimami
di mihrab
rumahmu tanpa jemu..
(Dia yang tersenyum...)
Selamat Hari Ulang tahun perkahwinan anakku, Muhamad Hafiz Zainal
kasihmu ke hujung nadiku...
12032012
Subscribe to:
Posts (Atom)