kau lokan
yang menyimpan kilauan mutiara
membenam diri jauh ke dasar
sampai waktu
kau terbuka apabila mutiara meminta -
ini cahaya
kupulangkan kepada lautan yang gelita
berapa keping kelopak yang kaudapat sesudah sisa dari bunga-bunga untuk mereka meninggalkan haruman yang sedikit itu kauhela juga dengan rela sehingga mewangi pangkal hatimu meskipun mencair di airmatamu...
ke mana hilangnya percakapan burung,
yang setiap pagi meninjat-ninjat ranting qalbuku?
sunyi yang menyelimuti
angin yang tiba-tiba terhenti
seakan satu peringatan -
tiada lagi yang menyinggahkan waktu
kecuali dhuhamu sudah tumbuh
merimbun di dalam qalbumu...